Category Archives: The History of

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Asimo dan USB Robot adalah bentuk dari Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti Pengenalan Obyek/Muka atau bermain sepak bola. Read More.

The History of Valentine’s Day

(Maaf bagi pembaca yang Non-Muslim, kalau ada kalimat yang tidak mengena di hati Saudara.)

Hari “Kasih Sayang” yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut “Valentine’s Day” amat populer dan merebak di pelosok Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui simbol-simbol atau iklan-iklan hanya wujud demi untuk mengekspose Valentine. Read more.

Generasi Komputer

Alat hitung tradisional dan kalkulator mekanik Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, Abacus kehilangan popularitasnya. Read More.